Selasa, 25 April 2017

Cara Menulis Berita di Koran dan Online yang Baik dan Benar


Halo temen Lispedia semua. Kali ini saya ingin menulis tips dan cara menulis berita di koran cetak dan online yang baik dan benar sesuai dengan 5W+1H yang aktual untuk dipublikasikan.

Artikel ini saya tulis karena banyaknya adik-adik mahasiswa yang bertanya, Mas bagaimana sih cara menulis berita yang baik dan benar sesuai dengan 5W+1H, baik di koran cetak maupun online? Apakah ada perbedaan dalam menulis?

Produk berita sebetulnya sama. Yang membedakan hanya platform. Berita di koran cetak biasanya isinya panjang dengan judul yang singkat, antara 4 sampai 6 kata, harus selengkap mungkin.

Kalau berita online, platformnya adalah website. Pangsa pasarnya pun kadang berbeda dari waktu ke waktu. Misalnya, berita di pagi hari berbeda dengan pada malam hari. Malam hari biasanya berisi berita-berita ringan tetapi sangat menarik minat pembaca, seperti hal yang barbau dewasa.

Format berita online pun berbeda dengan koran cetak, karena menyesuaikan situasi dan kondisi. Misalnya berita teror bom di Jakarta. Perusahaan media biasanya saling adu cepat untuk memberitakan, sebelum disebar ke berbagai media sosial.

Sehingga, isi beritanya kadang hanya berisi tiga sampai paragraf berisi penggambaran dengan komentar yang belum lengkap. Ini yang disebut kecepatan. Menurut saya, berita yang paling cepat, dia yang paling banyak pembaca.

Nah, berita lengkap di media online biasanya kalau ada tragedi, dirunning atau ditulis pada berita-berita berikutnya. Pengalaman saya sendiri ketika menulis berita tentang aksi tolak semen di Pati yang memblokade jalur pantura.

Proses peliputan wartawan di Gedung Putih Presiden Amerika Serikat Barrack Obama

Saya cepat-cepat menulis sesuai dengan yang saya lihat di mata. Saya deskripsikan apa yang saya lihat dalam bentuk tulisan. Komentar sedapatnya, saya langsung bergegas mengirim ke email redaksi melalui HP smartphone.

Setelah itu, saya diminta redaktur untuk menulis lagi menjadi berseri-seri. Dalam satu tema berita saja, saya pecah-pecah menjadi 6 judul. Ya, karena tema berita itu sangat bombastis, aktual untuk dipublikasikan dan dibutuhkan pembaca.

Dalam menulis berita, saya selalu berpedoman pada dua format, yaitu hard news dan feature (soft news). Di kalangan teman-teman wartawan, hard news atau straight news biasanya dipakai untuk membuat berita yang merujuk pada peristiwa, kejadian.

Contohnya, kecelakaan, kebakaran, aksi demonstrasi, ledakan bom, bencana alam, longsor, banjir, dan peristiwa-peristiwa yang akan basi bila ditulis besok-besok.

Kalau feature atau soft news adalah berita inspiratif yang tidak akan basi ditulis dalam kurun waktu sebulan atau enam bulan sekalipun, selama objek yang ditulis masih memiliki kegiatan itu dan tidak meninggal.

Contohnya, menulis tentang kisah pengusaha, perajin miniatur unik, kuliner khas daerah, kemiskinan, dan lain sebagainya. Berita hard news juga bisa ditulis dengan gaya feature, asal kita bisa melihat angle yang bisa dijadikan produk berita.

Syarat wajib menulis berita
Baik berita online maupun koran cetak, harus mencantumkan 5W+1H. Itu sudah menjadi standar dalam penulisan berita yang baik dan benar.

Apa itu 5W+1H? What (apa), Where (dimana), When (kapan), Who (siapa yang terlibat), Why (mengapa / kenapa) dan How (bagaimana itu bisa terjadi).

Tidak usah macem-macem. Cukup berpedoman konsep 5W+1H itu, kamu sudah bisa menulis berita yang baik dan benar yang aktual untuk dipublikasikan.

Contoh:
Kecelakaan antara Bus Indonesia K 7626 UH dan Mobil Toyota Yaris H 8268 YS terjadi di Jalan Pati-Kudus Km 7, Pati, Senin (1/10/2018). Kecelakaan tersebut menyebabkan satu orang tewas dan dua di antaranya dilarikan ke RSUD Soewondo Pati.

Kejadian bermula ketika ....

Dari contoh sederhana di atas, sudah ada what, where, when, who, why, dan how. Itu salah satu contoh berita straight news / hard news di online.

Biasanya, koran cetak menulis tanggal begini: Senin (1/10). Berita online biasanya ditulis lengkap dengan tahun, misalnya: Senin (1/10/2016).

Jadi, kalau kamu sudah lama bekerja sebagai jurnalis di media cetak, jangan salahkan kalau ada wartawan online dengan judul 5 sampai 9 kata. Sebab, judul di berita online sangat menentukan apakah pembaca tertarik membaca atau tidak.

Dengan alasan itu, judul dalam pembuatan berita online sah-sah saja jika agak panjang ketimbang judul dalam berita koran. Masing-masing koran juga memiliki kaidah dan aturan bahasa tersendiri.

Itu sebabnya, bahasa di Kompas agak berbeda dengan Tribun, Suara Merdeka, dll. Segmen masing-masing koran juga berbeda. Sebagai tips, selalu gunakan EYD ya.. bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ingat itu.

Kalau terpaksa menggunakan bahasa Inggris, Jawa atau bahasa lokal daerah, garis miring. Sekarang zamannya sudah canggih. Kalau bingung mana yang benar antara praktek atau praktik, apotek atau apotik, izin atau ijin, buka saja kbbi daring online.

Tidak usah terlalu banyak teori. Kenapa? Kenyataannya kerja sebagai jurnalis di lapangan dituntut deadline, kecepatan, termasuk kualitas tulisan. Asal gunakan pedoman 5W+1H, EYD dan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta konsep apakah hard news atau feature, kamu sudah bisa menghasilkan produk berita. Tetap semangat dan terus berlatih menulis!

Senin, 10 April 2017

Pengertian dan Sejarah Fotografi

Fotografi atau dari bahasa Inggris: photography, berasal dari kata Yunani yaitu "photos": Cahaya, dan "Grafos": Melukis/menulis). Jadi fotografi adalah proses melukis dengan menggunakan media cahaya.


Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

Sejarah fotografi

Kronologi perkembangan fotografi dimulai dengan:

1822 – Joseph Nicéphore Niépce membuat foto Heliografi yang pertama dengan subyek Paus Pius VII, menggunakan proses heliografik. Salah satu foto yang bertahan hingga sekarang dibuat pada tahun 1825.[1]

1826 – Joseph Nicéphore Niépce membuat foto pemandangan yang pertama,[1] yang dibuat dengan pajanan selama 8 jam.

1835 – William Henry Fox Talbot menemukan proses fotografi yang baru.

1839 – Louis Daguerre mematenkan daguerreotype.

1839 – William Henry Fox Talbot menemukan proses positif/negatif yang disebut Tabotype.

1839 – John Herschel menemukan film negatif dengan larutan Sodium thiosulfate/hyposulfite of soda yang disebut hypo atau fixer.

1851 – Frederick Scott Archer memperkenalkan proses koloid.

1854 – André Adolphe Eugène Disdéri memperkenalkan rotating camera yang dapat merekam 8 citra berbeda dalam satu film. Setelah hasilnya dicetak di atas kertas albumen, citra tersebut dipotong menjadi 8 bagian terpisah dan direkatkan pada lembaran kartu. Kartu ini menjadi inspirasi penyebutan (fr:carte de visite, bahasa Inggris:visiting card)

1861 – Foto berwarna yang pertama diperkenalkan James Clerk Maxwell.

1868 – Louis Ducos du Hauron mematenkan metode subtractive color photography.

1871 – Richard Maddox menemukan film fotografis dari emulsi gelatin.

1876 – F. Hurter & V. C. Driffield memulai evaluasi sistematis pada kepekaan emulsi fotografis yang kemudian dikenal dengan istilah sensitometri.

1878 – Eadweard Muybridge membuat sebuah foto high-speed photographic dari seekor kuda yang berlari.

1887 – Film Seluloid yang pertama diperkenalkan.

1888 – Kodak memasarkan box camera n°1, kamera easy-to-use yang pertama.

1887 – Gabriel Lippmann menemukan reproduksi warna pada foto.

1891 – Thomas Alva Edison mematenkan kamera kinetoskopis (motion pictures).

1895 – Auguste and Louis Lumière menemukan cinématographe.

1898 – Kodak memperkenalkan produk kamera folding Pocket Kodak.

1900 – Kodak memperkenalkan produk kamera Brownie.

1901 – Kodak memperkenalkan 120 film.

1902 – Arthur Korn membuat teknologi phototelegraphy;; yang mengubah citra menjadi sinyal yang dapat ditransmisikan melalui kabel. Wire-Photos digunakan luas di daratan Eropa pada tahun 1910 dan transmisi antarbenua dimulai sejak 1922.

1907 – Autochrome Lumière merupakan pemasaran proses fotografi berwarna yang pertama.

1912 – Vest Pocket Kodak menggunakan 127 film.

1913 – Kinemacolor, sebuah sistem "natural color" untuk penayangan komersial, ditemukan.

1914 – Kodak memperkenalkan sistem autographic film.

1920s – Yasujiro Niwa menemukan peralatan untuk transmisi phototelegraphic melalui gelombang radio.

1923 – Doc Harold Edgerton menemukan xenon flash lamp dan strobe photography.

1925 – Leica memperkenalkan format film 35mm pada still photography.

1932 – Tayangan berwarna pertama dari Technicolor bertajuk Flowers and Trees dibuat oleh Disney.

1934 – Kartrid film 135 diperkenalkan, membuat kamera 35mm mudah digunakan.

1936 – IHAGEE membuat Ihagee Kine Exakta 1. Kamera SLR 35mm yang pertama.

1936 – Kodachrome mengembangkan multi-layered reversal color film yang pertama.

1937 – Agfacolor-Neu mengembangkan reversal color film.

1939 – Agfacolor membuat "print" film modern yang pertama dengan materi warna positif/negatif.

1939 – View-Master memperkenalkan kamera stereo viewer.

1942 – Kodacolor memasarkan "print" film Kodak yang pertama.

1947 – Dennis Gabor menemukan holography.

1947 – Harold Edgerton mengembangkan rapatronic camera untuk pemerintah Amerika Serikat.

1948 – Kamera Hasselblad mulai dipasarkan.

1948 – Edwin H. Land membuat kamera instan yang pertama dengan merk Polaroid.

1952 – Era 3-D film dimulai.

1954 – Leica M diperkenalkan.

1957 – Asahi Pentax memperkenalkan kamera SLRnya yang pertama.

1957 – Citra digital yang pertama dibuat dengan komputer oleh Russell Kirsch di U.S. National Bureau of Standards (sekarang bernama National Institute of Standards and Technology, NIST). [2]

1959 – Nikon F diperkenalkan.

1959 – AGFA memperkenalkan kamera otomatis yang pertama, Optima.

1963 – Kodak memperkenalkan Instamatic.

1964 – Kamera Pentax Spotmatic SLR diperkenalkan.

1973 – Fairchild Semiconductor memproduksi sensor CCD skala besar yang terdiri dari 100 baris dan 100 kolom.

1975 – Bryce Bayer dari Kodak mengembangkan pola mosaic filter Bayer untuk CCD color image sensor.

1986 – Ilmuwan Kodak menemukan sensor dengan kapasitas megapiksel yang pertama.

2005 – AgfaPhoto menyatakan bangkrut. Produksi film konsumen bermerk Agfa terhenti.

2006 – Dalsa membuat sensor CCD dengan kapasitas 111 megapixel, yang terbesar saat itu.

2008 – Polaroid mengumumkan penghentian semua produksi produk film instan berkaitan dengan semakin berkembangnya teknologi citra digital.

2009 - Kodak mengumumkan penghentian film Kodachrome.



Sejarah Fotografi Indonesia

Fotografer Indonesia pertama adalah Kassian Cephas. Kassian Cephas (lahir di Kesultanan Yogyakarta, 15 Februari 1844 – meninggal di Yogyakarta, 16 November 1912 pada umur 68 tahun) dapat dianggap sebagai pelopor fotografi Indonesia. Ia adalah seorang pribumi yang kemudian diangkat anak oleh pasangan Adrianus Schalk dan Eta Philipina Kreeft. Nama Kassian Cephas mulai terlacak dengan karya fotografi tertuanya buatan tahun 1875.

Cephas lahir dari pasangan Kartodrono dan Minah. Ada juga yang mengatakan bahwa ia adalah anak angkat dari orang Belanda yang bernama Frederik Bernard Fr. Schalk. Cephas banyak menghabiskan masa kanak-kanaknya di rumah Christina Petronella Steven. Cephas mulai belajar menjadi fotografer profesional pada tahun 1860-an. Ia sempat magang pada Isidore van Kinsbergen, fotografer yang bekerja di Jawa Tengah sekitar tahun 1863-1875. Tapi berita kematian Cephas pada tahun 1912 menyebutkan bahwa ia belajar fotografi kepada seseorang yang bernama Simon Willem Camerik.

Publikasi luas foto-foto Cephas dimulai pada tahun 1888 ketika ia membantu membuat foto-foto untuk buku karya Isaäc Groneman, seorang dokter yang banyak membuat buku-buku tentang budaya Jawa, yang berjudul: In den Kedaton te Jogjakarta. Pada buku karya Groneman yang lain: De Garebeg's te Ngajogjakarta, karya-karya foto Cephas juga ada di situ.

Dengan kamera barunya yang bisa dipakai untuk membuat "photographe instanee", Cephas mulai menjual karya-karya fotonya. Sejak itu karya-karyanya mulai dikenal dan dipakai sebagai suvenir atau oleh-oleh bagi para masyarakat elit Belanda ketika mereka akan pergi ke luar kota atau ke Eropa. Misalnya ketika JM. Pijnaker Hordijk, pemilik sewa dan seorang Vrijmetselaar terkemuka akan meninggalkan Yogyakarta, ia diberi hadiah album indah berisi kompilasi karya-karya foto Cephas dengan cover indah yang dilukis oleh Cephas sendiri dan bertuliskan "Souvenir von Jogjakarta". Album-album semacam itu yang berisi foto-foto sultan dan keluarganya juga kerap diberikan sebagai hadiah untuk pejabat pemerintahan seperti residen dan asisten residen. Keadaan seperti ini tentunya membuat Cephas dikenal luas masyarakat kelas tinggi, dan memberinya keleluasaan bergaul di lingkungan mereka.

Cephas mulai bekerja sebagai fotografer keraton pada masa kekuasaan Sultan Hamengkubuwono VI. Karena kedekatannya dengan pihak keraton maka ia bisa memotret momen-momen khusus yang hanya diadakan di keraton semisal tari-tarian untuk kepentingan buku karya Groneman.

Cephas juga membantu pemotretan untuk penelitian monumen kuno peninggalan zaman Hindu-Jawa yaitu kompleks Candi Loro Jonggrang di Prambanan yang dilakukan oleh Archaeologische Vereeniging di Yogyakarta. Proyek ini berlangsung tahun 1889-1890. Dalam bekerja, Kassian Cephas banyak dibantu Sem, anak laki-lakinya yang paling tertarik pada dunia fotografi seperti ayahnya. Kassian Cephas memotret sementara Sem menggambar profil bangunannya.

Ia juga membantu memotret untuk lembaga yang sama ketika dasar tersembunyi Candi Borobudur mulai ditemukan. Ada sekitar 300 foto yang dibuat Cephas untuk penggalian ini. Pemerintah Belanda mengalokasikan dana 9000 gulden untuk penelitian ini. Cephas dibayar 10 gulden per lembar fotonya. Cephas mengantongi 3000 gulden (sepertiga dari seluruh uang penelitian). Jumlah yang sangat besar untuk ukuran waktu itu.

Cephas adalah pribumi satu-satunya yang berhasil menguasai alat peradaban modern, itu juga yang membuatnya diakui di kalangan golongan masyarakat kelas tinggi. Buktinya ia bisa menjadi anggota istimewa Perkumpulan Batavia yang terkenal itu. Tahun 1896 ia dinominasikan menjadi anggota KITLV (Lembaga Linguistik dan Antropologi Kerajaan) atas dedikasinya memotret untuk penelitian Archaeologiche Vereeniging. Ia benar-benar diterima menjadi anggota KITLV pada tanggal 15 Juni 1896. Ketika Raja Chulalongkorn dari Thailand berkunjung ke Yogyakarta tahun 1896, ia mendapat hadiah berupa tiga buah kancing permata. Bahkan Ratu Wilhelmina dari Belanda memberi penghargaan berupa medali emas Oranje-Nassau kepada Cephas pada tahun 1901.

Cephas sendiri sudah sejak tahun 1888 memulai prosedur untuk mendapatkan status "gelijkgesteld met Europeanen" atau "disetarakan dengan kaum Eropa" untuk dirinya sendiri dan anak-anak laki-lakinya: Sem dan Fares; suatu prosedur yang dimungkinkan oleh UU Kewarganegaraan Hindia Belanda pada masa itu.

Pustaka

Baris Waktu Kassian Cephas (Sumber: KNAAP, GERRIT (WITH A CONTRIBUTION BY YUDHI SOERJOATMODJO) Cephas, Yogyakarta. Photography in the service of the Sultan. . Leiden, KITLV Press, 1999)

15 januari 1845 Lahir di Yogyakarta, dari pasangan pribumi Kartrodono dan Minah

Menurut H.J. de Graaf, Cephas adalah keturunan biologis dari Frederik Bernard Franciscus Schalk, warga Belanda yang tinggal di Yogyakarta pada pertengahan abad ke-19. (De Graaf 1981:47)

27 Desember 1860 Usia 15 tahun, dibabtis di gereaja Bagelen- Purworejo dan melengkapi nama belakang keluarga menjadi Cephas; dari bahasa Aramic. Pada masa ini, ia mengabdi sebagai pembantu rumah tangga untuk Christina Petronella Steven (Mrs. Phillips-Steven) di Bagelen.

1860-an Kembali ke Yogyakarta

22 Januari 1886 Menikahi seorang wanita pemeleuk Kristen-Protestan pribumi, bernama Dina Rakijah di gereja Yogyakarta

1861-1871 Belajar fotografi dari Simon Willem Camerik, pelukis dan fotografer untuk sultan HB VI, Yogyakarta (Locomotief 13:29-8-1864)

1860-an Belajar fotografi pada Isidore van Kinsbergen, yang bekerja untuk mendokumentasikan barang antik penginggalan Hindu-Jawa antara tahun 1863 hingga 1875. (De Graaf, 1981:49)

1869 Berkenalan dengan Isaac Groenaman, seorang dokter. Groenaman diangkat menjadi dokter pribadi sultan tahun 1885.

1885 Bergabung di Vereeneging voor Oudheid-, Land-, Taal- en Volkenkunde te Jogjakarta. (Persatuan untuk Arkeologi, Geografi, Bahasa dan Etnograpfi Yogyakarta) yang didirikan oleh Isaac Groenaman.

28 Juni 1866 Lahir anak perempuan pertama Naomi. Pada November 1882, menikah pada Christiaan Beem. Tahun 1868, Lahir anak laki-laki kedua, Jacob dan meninggal pada tahun yang sama.

15 Maret 1870 Lahir anak laki-laki ke-tiga, Sem. Pada tahun berikutnya, mengikuti jejak ayahnya menjadi pelukis dan fotografer istana.

30 Januari 1881 Farez, lahir. Tahun selanjutnya, 4 Juli 1881 Josef, lahir.

1877 Mendirikan studio foto di Lodtji Kecil Wetan (sekarang jalan Mayor Suryotomo) disamping kali Code. Teknik fotografi yang digunakan adalah cetak carbon (carbon print) yang disebut pula Chromo Photographs. Diantaranya menerima foto portrait, jalan dan monumen, bangunan tua.

1884 Melalui artikel yang ditulis Isaac Groeneman di Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, atau perhimpunan seni dan ilmu pengetahuan Batavia, memuat karya Kassian Cephas foto bangunan Taman Sari, sebagai fotografer bangsa pribumi (Jawa)

1871 Diangkat menjadi pelukis dan fotografer untuk sultan VI, Yogyakarta

1884 Masuk ke dalam team pemotretan istana air taman sari, untuk royal Batavian society of art and science. (karya pemotretan yg pertama)

1885 Isaac Groeneman membuat draft untuk buku berjudul In den Kedaton dan De garebeg’s te Ngajogyakarta, masing-masing memuat photograpm karya Cephas ke KITLV (Institut Kerajaan untuk Linguistik dan antropologi, yang kini berada di Leiden) di Hague Belanda.

1886 Membeli kamera paling canggih saat itu, “Photographie Instantee”. Tipe kamera seperti ini bisa merekam hingga kecepan 1/400 detik.

1888 Karya pertama yg dapat dilihat oleh publik, buku “ In den Kedaton te Jogjakarta “ oleh issac groneman. Buku itu berisi 16 karya collotype print yang memperlihatkan karya tari klasik Hindu-Jawa yang ditarikan oleh bangsawan keraton di kesultanan Yogyakarta, pada saat pemerintahan Sultan HB VII. Tahun ini pula, Cephas mengajukan prosedur naturlisasi derajat sosialnya, disejajarkan dengan bangsa eropa, yang disebut gelijkteld met Europeanen, untuk Cephas sendiri, Sem dan Fares anaknya.

1890 Groeneman mempublikasikan tulisan dan gambar littograph yang berasal dari foto Cephas, tentang tarian Hindu-Jawa. Tarian ini dilaksanakan pada saat perayaan penobatan Patih, Kanjeng Raden Adipati Danureja V, bulan Agustus 1888.

1889 Perayaan upacara sunatan pangeran Gusti Raden Mas Akhadiyat atau Hamengkunegara I. Cephas mengambil beberapa gambar tarian Hindu-Jawa, namun karyanya tidak pernah dipublikasikan pada saat itu.

1889-1890 Masa-masa paling sibuk bagi Cephas. Dalam rangkaian pengambilan gambar untuk Perhimpunan Arkeologo Yogyakarya, dalam rangka sebagai bahan studi dan pelestarian. Diantaranya monumen, candi Loro Jonggrang, di kompleks Candi Prambanan. 1890, pemerintah Hindia-Belanda, menyediakan dana sebesar f. 3.000 untuk proyek dokumentasi ini. Kassian Cephas melakukan pemotretan dari tahun 1889 hingga 1890, sedangkan anaknya, Sem Cephas menggambar letak ruang kompleks candi. 1891, Isaac Groenaman, mengirimkan karya Cephas ke KITLV di Hague, untuk bahan publikasi, kemudian terbit tahun 1893, terdiri dari 62 Callotype.

1890-1891 Cephas memotret bagian dasar candi Borobudur hingga mendapatkan 164 foto, terdiri dari 160 relief dan 4 foto yang memperlihatkan keseluruhan struktur bangunan. Untuk proyek ini, Cephas memperhitungkan, akan membutuhkan 300 foto untuk memotret keselurhan candi. Karena menggunakan teknik rekam dry plate gelatin, maka dibutuhkan waktu setengah jam untuk setiap kali pemotretan, hingga total keselurhan waktu yang dibutuhkan adalah 150 jam, atau 30 hari pengerjaan, untuk setiap lima jam setiap harinya.

1899 Proyek terakhir bersama Groeneman, mendokumentasikan pada penampilan panggung tari klasik, yang membutuhkan waktu empat hari di keraton. Sendra tari ini berdasarkan karya Gusti Pangeran Harya Surya Mataram, kakak dari HB VII. Lebih dari 150 orang terlibat dan persiapannya membutuhkan waktu setengah tahun, dan menghabiskan biaya f.30,000. Pada saat pementasan, dihadiri lebih dari 36.000 penonton. Peliputan lengkap ini, meliputi sembilan buku dengan teknik proses blok print karya fotografi Cephas, dipublikasikan di Semarang. Tahun 1902, buku ini dipesembahkan sebagai hadiah perkawinan ratu Welhelmina dan pangeran Frederik.

Pada tahun yang sama, mendapatkan anugerah “Orange-Nassau” bersama Isaac Groneman atas hasil karyanya melakukan pemotretan budaya dan antropologi Jawa.

1902 Membuat beberapa foto dokumentasi untuk upacara Wayang Beber, di kampung Gelaran Gunung Kidul.

1903 Cephas pensiun dan menjadi abdi dalem di keraton sebagai mediasi untuk pengiriman pesan surat. Aktivitas memotret dilanjutkan oleh Sem

16 Nopember 1911 Istri Kassian Cephas, Dina meninggal dunia dan karena sakit berkepanjangan, tanggal 16 November 1912 (usia 67) Kassian Cephas tutup usia. Tahun 1918, Sem Cephas meninggal dunia karena terjatuh dari kuda.

Pengertian Jurnalistik, Sejarah Jurnalistik & Menurut Para Ahli|

 Secara Umum, Pengertian Jurnalistik adalah proses, teknik dan ilmu pengumpulan, penulisan, penyuntingan dan publikasi berita. Jurnalistik atau Kewartawanan berasal dari kata Journal yang berarti catatan harian atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, atau diartikan dengan surat kabar. Kata Journal berasal dari bahasa Latin dari kata Diurnalis, yang berarti orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik.  Jadi Secara Etiomologis (asal Usul Kata/istilah kata), jurnalistik adalah laporan tentang peristiwa sehari-hari yang saat ini kita kenal dengan istilah "berita" (news). Sedangkan secara singkat/sederhana adalah kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari. 

Sedangkan menurut Kamus, Pengertian jurnalistik adalah kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis untuk surat kabar, majalah, atau berkala lainnya. Menurut Lesikom Kominikasi, pengertian jurnalistik adalah pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting, dan menyebarkan berita dan karangan untuk surat kabar, majalah dan media massa lainnya misalnya radio dan televisi. 

Pengertian Jurnalistik Menurut Para Ahli

Pengertian Jurnalistik Menurut Para Ahli - Selain pengertian jurnalistik diatas, terdapat beberapa para ahli/tokoh-tokoh yang mendefinisikan pengertian jurnalistik. Pengertian jurnalistik menurut para ahli adalah sebagai berikut... 
  • F.Fraser Bond: Pengertian jurnalistik menurut F.Fraser Bond adalah segala bentuk yang membuat berita dan ulasan mengenai berita sampai pada kelompok pemerhati. 
  • M.Ridwan: Menurutnya, pengertian Jurnalistik adalah suatu kepandaian praktis mengumpulkan, mengedit berita untuk pemberitaan dalam surat kabar, majalah, atau terbitan terbitan berkala lainnya. 
  • Adinegoro: Pengertian Jurnalistik menurut Adinegoro adalah semacam kepandaian karang mengarang yang pokoknya memberi perkabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya agar tersiar seluas-luasnya. 
  • Summanang: Menurunya, pengertian jurnalistik adalah segala sesuatu yang menyangkut kewartawanan. 
  • Onong U. Efendi: Jurnalistik adalah teknik mengelola berita sejak dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada khalayak. 
  • Amar dan Sumadiria: Pengertian Jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan berita kepada khalayak seluas-luasnya/ 
  • Erik Hodgins (Redeaktur Majalah Time): Menurutnya pengertian jurnalistik adalah pengiriman informasi dari sini ke sana dengan benar, seksama, dan cepat, dalam rangka membela kebenaran dan keadilan. 
  • A.W. Widjaya: Pengertian Jurnalistik menurut A.W. Wijaya merupakan suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan cara menyiarkan berita ataupun alasannya mengenai berbagai peristiwa atau kejadian sehari-hari yang aktual dan factual dalam waktu yang secepat-cepatnya. 
  • Roland E. Wolseley: Menurunya, Pengertian Jurnalistik adalah pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum, pendapat pemerhati, hiburan umum secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah, dan disiarkan di stasiun siaran. 
  • Ensiklopedia Indonesia: jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari secara teratur, dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada.

Sejarah Jurnalistik Indonesia 

Sejarah Jurnalistik Indonesia - Awal mulanya, sejarah jurnalistik diawali dari komunikasi antar manusia yang bergantung dari mulut ke mulut. Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Getenberg.

Di Indonesia, perkembangan kegiatan jurnalistik diawali oleh Belanda. Sebagian pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan kewartawanan sebagai alat perjuangan. Di era-era inilah Bintang Timoer, Java Bode, Bintang Barat, dan Medan Prijaji terbit. 

Pada masa kedudukan Jepang mengambil alih kekuasaan, dimana setiap korang dilarang. namun pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit: Sinar Baru, Asia Raja, Suara Asia, Tjahaja, dan Sinar Matahari. 

Dan semenjak kemerdekaan Indonesia yang membawa keuntungan bagi kewartawanan. Pemerintah Indonesia menggunakan Radio Republik Indonesia sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asia Games IV, peemrintah memasukkan proyek televisi. Sejah tahun 1962 tersebut Televisi Republik Indonesia hadir dengan teknologi yang layar hitam putih. 

Di Era Presiden Soeharto, media massa banyak dibatasi. Seperti kasus Majalah Tempo dan Harian Indonesia Raya merupakan dua contoh bukti sensor dalam kekuasaan Era Soeharto. Kontrol yang dipegang oleh PWI (Departemen Penerangan dan persatuan Wartawan Indonesia). Dari situasi tersebut muncullah Aliansi Jurnalis Independen yang mendeklarasikan diri di Wiswa Sirna Galih, Jawa Barat. Sebagian dari aktivitasnya berada di sel tahanan. 

Sejarah kemerdekaan Pers/jurnalis beradap di titik saat Soeharto di gantikan oleh BJ Habibie. Disaat itulah banyak media massa yang muncul dan PWI bukan satu-satunya organisasi profesi. 

Kegiatan kewartawanan diatur oleh UU Pers No. 40. Tahun 1999 yang dikeluarkan Dewan Pers dan UU Penyiaran No. 32 Tahun 2002 yang dikeluarkan Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI.

Bentuk-Bentuk Jurnaistik

Bentuk-bentuk jurnalistik terbagi dalam 3 bagian besar antara lain sebai berikut..
  • Media Cetak 
  • Media elektronik auditif
  • Audio Visual 

Pengertian Jurnalistik, Sejarah Jurnalik & Menurut Para Ahli

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Jurnalistik, Sejarah Jurnalistik & Menurut Para Ahli. Semoga teman-teman dapat menerima dan bermanfaat bagi kita semua baik itu pengertian jurnalistik secara umum, pengertian jurnalistik menurut para ahli, sejarah jurnalistik. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 
Referensi: Jurnalistik: Pengertian Jurnalistik & Sejarah Jurnalistik
  • Asep Syamsul M. 2005, Jurnalistik Terapan: Pedoman Kewartawanan dan Kepenulisan, Bandung, Batic Press
  • Suhandang, Kustadi. 2004, Penngantar Jurnalistik: Seputar Organisasi, Produk, dan Kode Etik. Bandung, Penerbit Nuansa.
  • Sumadiria, AS Haris. 2005, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung, Simbiosa Rekatama Media.
  • Palapah dan Syamsudin. 1994, Diktat “Dasar-dasar Jurnalistik”
  • Asep Syamsul M. Romli, Jurnalistik Terapan: Pedoman Kewartawanan dan Kepenulisan, Bandung, Batic Press, 2005, hlm. 01.

Tips Public Speaking bagi Pemula: Teknik Dasar Pidato, Berbicara di Depan Orang Banyak

komunikasi verbal

.

PUBLIC Speaking adalah berbicara di depan orang banyak (audiens, hadirin) untuk menyampaikan informasi, ajakan, atau menghibur.
Demikian salah satu definisi atau pengertian public speaking sebagaimana dikutip Wikipedia:


Public speaking (also called oratory or oration) is the process or act of performing a speech to a live audience. This type of speech is deliberately structured with three general purposes: to inform, to persuade and to entertain. (Wikipedia)


Public Speaking identik dengan pidato, berbicara di depan umum. Secara bahasa, public speaking artinya pembicaraan publik, yakni berbicara di depan orang banyak.

Public Speaking hakikatnya adalah komunikasi lisan atau komunikasi verbal, yakni berbicara untuk menyampaikan pesan kepada lebih dari satu orang.

Kunci sukses public speaking adalah kejelasan berbicara, penguasaan materi, dan pengenalan audiens.

Dengan ketiga faktor mendasar dalam public speaking tersebut, seorang public speaker dapat menyampaikan pesan yang mudah dipahami dan diterima audiens.
Dasar-Dasar Public Speaking

Berikut ini Dasar-Dasar Public Speaking (Public Speaking: Te Basics) sebagaimana disadur dari laman University of Pittsburgh.

Teknik dasar pidato atau public speaking menyangkut tiga hal mendasar: audiens, acara, tujuan.

Komunikasi, lisan dan tulisan, selalu menekankan pentingnya memperhatikan audiens.


Kita harus berbicara dan menulis sesuai dengan kondisi audiens –tingkat pendidikan, status sosial, usia, latar belakang budaya, kepentingan, ketertarikan (minat).

Public speaking berlangsung dalam satu kesempatan dengan audiens yang hadir, berkumpul, dalam acara atau tempat yang sama.

Sebelum tampil di mimbar, seorang pembicara harus mengenali audiensnya. Pengenalan hadirin ini penting untuk menentukan tema, pilihan kata, istilah, bahkan gaya bicara.

Public Speaker juga harus menyadari di acara apa ia berbicara: pelatihan, pernikahan, perayaan ulang tahun, peresmian, acara formal, dll.

Dengan menyadari momentum saat berbicara, seorang public speaker bisa menentukan gaya bicara: formal, informal, serius, penuh canda, gaya ngobrol, atau gaya instruktur (trainer).

Pembicara juga harus menyadari tujuan pidatonya: menyampaikan informasi, mengajak, atau menghibur.

Persiapan menjadi kunci sukses public speaking. Siapkan materi pembicaraan, seperti poin utama dan poin penting yang akan disampaikan.

Kontak Mata & Gerakan Tangan

Public speaking juga menyangkut bahasa tubuh (body language) yang ditampilkan saat berbicara.

Bahasa tubuh terpenting adalah kontak mata (eye contact) dan posisi atau gerakan tangan.



Pembicara harus mengarahkan pandangan kepada audiens, melihat ke arah hadirin, karena ia sedang berbicara dengan mereka.


Eye Contact = the act of looking directly into one another’s eyes.

Public Speaker pemula biasanya bermasalah dengan kontak mata. Ia tidak sanggup menatap hadirin karena grogi, gugup, atau nervous.


Tips: jika tidak berani menatap mata hadirin, maka tataplah ATAS KEPALA mereka!

Posisi tangan juga jadi masalah bagi speaker pemula. Karena gugup, pembicara seringkali menyilangkan tangan di depan “anunya”, menyimpan tangan di belakang (seperti “gendong tuyul”), mengusap-usap lengan, bahkan memasukkan tangan ke saku!

Kedua tangan akan bergerak “spontan” jika disimpan di tempat yang tepat, yakni di samping badan saat belum digunakan.



Jadi, awali posisi tangan di samping badan. Bisa juga meniru gaya presenter seperti dalam gambar berikut ini:



Demikian ulasan ringkas tentang teknik dasar pidato atau tips public speaking bagi pemula.

Cara membuat situs berita berbasis blogger

Semua Orang Bisa Jadi Wartawan, Medianya Blogging
     ERA internet dan media sosial membuat semua orang bisa menjadi wartawan. Everybody can be journalist!

Bukan wartawan dalam pengertian "wartawan profesional" sebagaimana definisi dalam UU Pers, tapi wartawan dalam pengertian "teknis": produksi informasi, menulis berita, dan menyebarkannya.

Era internet juga menjadikan semua orang menjadi "publisher", dalam pengertian tadi --produksi informasi, menulis berita, dan menyebarkannya. "Anyone can be a publisher," tulisHerarld.

Kini, di media internet, dengan mudah orang menyebarkan informasi apa saja. Internet pun bersikap "demokratis" --memperlakukan semua informasi sama-sama muncul, tampil, tak peduli siapa dan bagaimana kualitas orang yang menulisnya.

Dalam Manifesto Internet juga disebutkan, internet adalah kemenangan informasi. Saat ini setiap orang, melalui internet, dapat menginformasikan diri mereka lebih baik dari sebelumnya.

Kebebasan Internet tidak dapat diganggu-gugat. Memblokir akses ke Internet dinilai “membahayakan aliran bebas informasi” dan merusak “hak dasar tentang menentukan informasi sendiri”.

Tidak hanya di media sosial, semua orang juga bisa memerankan diri sebagai wartawan layaknya jurnalis profesional yang bekerja di perusahaan media atau lembaga/perusahaan pers.

Medianya adalah blog, situs web atau halaman pribadi (personal web page) yang bisa bersaing di mesin telusur (search engine) dengan situs-situs besar dengan Teknik Pengoptimalan Mesin Telusur (SEO).

"I think of us as journalists; the medium we work in is blogging," kata Joshua Micah Marshall, wartawan dan blogger Amerika, dikutip Income Diarry.

Blog platform Blogger atau CMS WordPress kini dengan mudah bisa "disulap" atau menjelma menjadi media online dalam arti situs berita (news site).

Jika dikelola oleh blogger yang piawai menulis dan menguasai teknik jurnalistik, maka situs berita berbasis blogger tersebut bisa bersaing dengan media-media komersial di internet.

Cara Membuat Situs Berita Berbasis Blogger

Cara membuat situs berita berbasis blog sangat mudah:
1. Buat Blog
2. Gunakan Template Magazine News Style
3. Lakukan Custom Domain agar terkesan profesional.
4. Isi blog dengan berita aktual layaknya situs berita.

Situs-situs berita berbasis blog itulah yang belakangan "meresahkan" Dewan Pers dan media-media arus utama (mainstream).

Jelas, kini Semua Orang Bisa Jadi Wartawan. Medianya Blogging.

Ada sudah ngeblog? Jika belum, Anda hanya menjadi "objek" yang diombang-ambing banjir informasi internet. Ayo, jadi subjek dengan blogging!

8 Tips Menulis untuk Media Online



8 Tips Menulis untuk Media Online
Tips & Trik Menulis untuk Media Online untuk Menarik Perhatian Pembaca.

MENULIS berita untuk media online --situs berita, blog, media sosial-- ibarat mempromosikan produk di keramaian.

Perhatian pembaca harus segera direbut agar segera membuka halaman situs dan membaca berita yang kita tulis.

Menurut wartawan BBC, Rob Liddle, perhatian pembaca (reader), pengguna (user), atau pengunjung (visitor) harus segera direbut agar segera membuka situs dan membaca berita kita.

Manfaatkan pula keunggulan media online: kemampuan menggabungkan teks dengan audio atau video (multimedia).

Tips Menulis untuk Media Online

Berikut ini beberapa tips menulis di media online dari Liddle sebagaimana diulas BBC Academy

1. Rebut perhatian
Pembaca media online dikenal sangat ‘tidak setia’. Mereka akan memindai (scan) halaman web dengan cepat akan pindah ke situs lain untuk mengetahui perkembangan berita.

Karenanya, Anda langsung merebut perhatian mereka, secepat mungkin. Saat Anda menyusun berita, bayangkan Anda menulis untuk orang-orang di tempat yang sangat padat dan ramai.

Kalimat-kalimat seperti apa yang cocok untuk mereka? Oleh karena itu paragraf pertama (lead) menjadi sangat vital untuk membuat mereka tidak pindah ke situs berita lain.

2. Judul yang bagus
Pembaca akan memindai halaman depan dan judul yang bagus idealnya mencerminkan isi berita. Ini penting agar mereka tidak akan kecewa ketika mengklik dan membaca berita.

Jika isi berita tidak sesuai dengan judul atau tidak sesuai dengan harapan mereka, mereka bisa langsung menutup halaman berita Anda.

3. Usahakan tidak terlalu panjang
Berita sebisa mungkin pendek karena sulit membaca yang panjang di layar telepon genggam. Ini berbeda dengan media cetak.

Dalam banyak kasus, Anda tak perlu menambahkan banyak latar belakang di berita yang Anda tulis karena latar belakang ada di berita-berita lain dan Anda akan selalu bisa menautkan berita-berita ini bila Anda merasa pembaca menginginkan informasi lebih lanjut.

Jika berita Anda mengandung banyak unsur atau elemen, Anda bisa membaginya menjadi beberapa berita.

4. Lebih hidup dan lebih berwarna 
Media elektronik, seperti televisi dan radio, dengan mudah membuat berita menjadi lebih hidup karena wartawan media elektronik menggunakan video dan audio.

Kalau Anda lebih sering memakai format teks, coba menambahkan kutipan dan detil lain untuk membuat berita menjadi lebih hidup dan berwarna.

5. Menulis ulang berita
Isi berita yang Anda tulis harus jelas. Bila Anda punya waktu, pertimbangkan untuk menulis ulang (rewriting) karena dengan menulis ulang Anda mungkin mendapatkan hasil yang lebih baik.

Pastikan pula tidak ada kesalahan tata bahasa atau ejaan sebelum diterbitkan. Pembaca tidak akan suka menemukan kesalahan dan mereka mungkin akan mengirim email ke Anda dan menunjukkan kesalahan-kesalahan yang mendasar tersebut.

6. Penampilan berita
Sebagai penulis, Anda mungkin sudah membayangkan susunan atau alur berita yang Anda tulis. Berita yang Anda tulis mungkin sangat menarik, tapi di layar komputer atau telepon genggam, berita Anda akan tampak sebagai susunan beberapa paragraf saja. Ini tentu membosankan.

Maka dari itu gunakan foto yang kuat, grafis berupa data, dan kutipan.

7. Memanfaatkan multimedia
Apakah menulis ratusan kata adalah cara terbaik untuk menyampaikan berita di internet? Mungkin galeri foto, video, atau audio jauh lebih baik dibandingkan teks.

Mungkin berita tentang satu kisah nyata atau refleksi lebih menyentuh misalnya bila digabung dengan audio. Itulah keunggulan media online, kemampuan menggabungkan teks dengan audio atau video.

8. Menganalisis dan membandingkan berita
Cermati bagaimana BBC dan situs-situs berita lain memperlakukan berita. Coba analisis mengapa berita yang sama lebih bagus di satu situs dan biasa-biasa saja di situs lain.

Coba perhatikan dan apa yang menyebabkan berita tersebut lebih bagus. Cari tahu apa yang dicari pembaca di situs berita. Statistik akan membantu Anda mengetahui berita apa saja yang populer dan apa yang tidak. Anda bisa banyak belajar dari sini.

Menulis untuk perangkat mobile

Media Online tidak hanya dibaca di komputer desktop dan laptop/netbook, tapi juga perangkat mobile (HP/Smartphone). Bahkan, penggunaan mobile device untuk mengakses media online atau internet kian meningkat.

Masih dikutip dari BBC Academy, menulis berita untuk perangkat mobile memerlukan keahlian tersendiri.

Kekuatan utama perangkat mobile adalah portabilitas dan fleksibilitas. Tapi Anda juga perlu memahami keterbatasan medium mobile, agar bisa memanfaatkan secara maksimal keunggulan medium ini.

Ukuran layar yang kecil adalah salah satu kelemahan perangkat ini. Oleh karena itu, gaya penulisan berita mau tidak mau harus disesuaikan dengan keterbatasan ini.

1. Makin pendek makin baik
Usahakan berita tidak terlalu panjang. Pikirkan dengan baik struktur berita sebelum Anda menuliskannya. Dengan begitu Anda bisa memilih kata-kata yang sesuai dengan isi berita.

Intinya, untuk perangkat mobile, berita yang Anda tulis harus pendek. Di BBC Indonesia biasanya berita untuk mobile ini terdiri atas 150 kata.

2. Sederhana
Sebagian besar pengguna telepon genggam membaca berita melalui layar kecil. Karenanya, sebaiknya memakai bahasa yang sederhana yang mudah dibaca dan dimengerti.

Kosa kata yang sederhana juga akan membantu, ketika Anda berbicara dengan pembaca global. Pengguna bisa di mana saja --di Afghanistan, Irak, Afrika, Amerika, dll. Mereka semua seharusnya bisa langsung memahami berita yang Anda tulis.

3. Jangan terlalu panjang 
Ketika Anda menulis untuk perangkat mobile, makin pendek makin baik. Menulis dengan panjang 20 paragraf atau lebih tidak masalah untuk situs berita dengan pembaca yang mengakses situs berita melalui komputer.

Tapi 20 paragraf akan terlalu panjang untuk dibaca melalui layar telepon genggam yang biasanya berukuran kecil. Jadi:
  • Batasi tiap berita sekitar 150 kata, yang biasanya terdiri dari empat atau lima paragraf pendek
  • Hilangkan kata-kata sifat, kalau memang tidak terlalu diperlukan
  • Pakai singkatan
Teknik sederhana ini akan membantu memperpendek berita-berita yang Anda tulis.

4. Judul berita
Judul berita sebaiknya sederhana tapi juga menarik. Dengan begitu, Anda bisa menarik perhatian pembaca.

Idealnya, untuk judul ini, tak lebih dari 38 karakter. Bila melebihi 38 karakter, judul akan menjadi dua baris di layar telepon genggam.

Anda tentu tidak ingin membuat judul yang terlihat terlalu panjang di layar telepon genggam. Sebagai panduan umum, jika judul Anda sekitar 38 karakter, judul ini tidak akan menjadi dua baris.

Dengan begitu judul ini akan terlihat lebih bagus di layar telepon genggam.

5. SMS berita
Teks yang Anda  tulis kadang juga diterbitkan dalam bentuk SMS berita. Teks ini akan muncul di layar secara otomatis selama beberapa saat.

Tulis teks yang pendek dan sederhana. Di BBC teks dibatasi hanya 140 karakter untuk judul dan ringkasan berita.

Ingat, Anda bisa memperpendek judul dan berita dengan menghilangkan kata sifat dan dengan memakai singkatan.

6. Kutipan 
Kutipan sangat penting, tapi penting juga untuk diingat bahwa hanya kutipan yang pendek saja yang cocok untuk layar berukuran kecil.

Hindari kutipan yang panjang, yang bertele-tele. Pakai kutipan pendek dan memang benar-benar diperlukan.
Jadi, ambil yang bernas dan sisipkan sedemikian rupa sehingga akan ada impak secara maksimal.

7. Pilihan kata 
Pilih kata secara hat-hati untuk mencegah distorsi makna di berita Anda. Anda tidak akan pernah tahu siapa yang akan membaca berita Anda. Mungkin pembaca ada di Afrika, Afghanistan, Amerika atau Eropa.

Jadi, tulis berita yang mudah dipahami secara universal. Agar berita Anda jelas bagi pembaca global, hindari jargon atau istilah khusus dan pergunakan kata yang tidak akan disalahartikan atau disalahpahami.

8. Cek, cek, dan cek lagi 
Kesalahan gampang sekali terjadi. Itu sebabnya Anda perlu mengecek berulang-ulang.

Begitu kesalahan diterbitkan, akan terlambat untuk memperbaikinya. Seluruh dunia bisa melihat kesalahan ini. Prinsipnya adalah perbaiki kesalahan sebelum diterbitkan.

9. Perbedaan dialek
Dalam bahasa apa pun Anda menulis berita, hindari dialek. Kata-kata yang Anda pakai bisa disalahpahami, baik dalam bahasa Anda sendiri maupun dalam variasi bahasa atau dialek.

Jadi, kesadaran ini perlu Anda miliki. Baca berita Anda secara cermat. Tanyakan kepada Anda sendiri, apakah orang di Indonesia atau di Malaysia akan memiliki pemahaman yang sama saat membaca berita Anda. Berita yang Anda tulis harus memiliki makna yang sama ketika dibaca oleh semua orang.

Demikian tips menulis untuk media online yang --sesuai dengan karakteristik khasnya-- berbeda dengan menulis di media konvensional (cetak).*

Teknik Reportase Jurnalistik Online



Teknik Reportase Jurnalistik Online
Teknik Reportase Jurnalistik Online.

Teknik Reportase Jurnalistik Online pada dasarnya sama dengan jurnalistik konvensional, yaitu peliputan langsung ke tempat kejadian, wawancara narasumber, dan riset data atau dokumentasi.

Yang menjadi pembeda utama reportase jurnalistik oline dengan jurnalisme konvensional adalah teknik penulisan dan cara penyajian (publikasi).

Penulisan naskah berita online bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, demikian juga publikasinya, selama ada perangkat (komputer/HP) dan koneksi internet.

Reportase jurnalistik online juga bisa dilakukan dalam bentuk multimedia --teks, gambar, audio, video, dan grafis.

Teknik pengumpulan data (news gathering) jurnalistik online bisa dilakukan tanpa meluncur ke tempat kejadian, yaitu dengan cara menelusuri informasi aktual yang ada di media sosial.

Pengguna media sosial menjadi sumber berita. Pengguna Facebook dan Twitter seringkali menulis status update tentang peristiwa aktual yang terjadi di depan matanya, baik berupa teks, gambar, maupun video.*